Oleh
Mahatir
MAKASSAR -- Unjuk rasa yang digelar ratusan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, di depan kampusnya di Jalan Sultan Alauddin, Senin, 17 November, berbuah bentrok dengan aparat kepolisian. Mahasiswa malah sempat mengeroyok seorang polisi.
Dalam aksinya, mahasiswa Unismuh menuntut Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel dan Sulbar, Inspektur Jenderal Polisi Sisno Adiwinoto, dan Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Makassar barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Evie Suoth, mundur dari jabatannya. Karena dianggap tidak bersikap independen di dalam menangani kasus dugaan penembakan Basir, Warga Minasa Upa yang juga Mahasiwa fakultas Fisip Unismuh Makassar.
Mahasiswa Unismuh menilai, rekannya bernama Basir murni terkena peluru milik salah seorang oknum anggota Polri.
Dalam unjuk rasa kemarin, terjadi dua kali bentrokan dengan polisi. Bentrokan pertama pukul 10.30. Saat itu, mahasiswa yang berorasi di depan pintu gerbang kampus didatangi anggota polisi anti huru-hara. Mahasiwa kemudian melempar batu ke arah polisi. Namun, tidak berlangsung lama, karena ditenangkan oleh sejumlah polisi. Polisi anti huru-hara mundur dari posisinya.
Setelah ditenangkan, aksi sempat terhenti. Ketika menenangkan mahasiswa, polisi mengamankan sedikitnya lima mahasiswa di samping show room Toyota Jalan Sultan Alaudin. Namun penahanan itu tidak berlangsung lama kelima mahasiswa tersebut dilepaskan.
Tak lama kemudian, para mahasiswa kembali menggelar orasi. Ketika itu, mahasiswa yang tidak menerima rekannya diamankan, kemudian melakukan penyerangan ke polisi yang sedang berjaga di sepanjang lokasi. Aksi saling lempar batu pun terjadi antarmahasiswa dan polisi.
Aksi saling lempar berhenti sejenak ketika sejumlah mahasiswa dan polisi berunding. Namun perundingan yang digelar di tengah jalan tersebut sementara digelar, tiba-tiba dua mahasiswa menjemput rekannya yang telah dibebaskan tadi. Melihat bagian mata kanan rekannya memar, sejumlah mahasiswa tidak menerima dan mencari pelaku pemukulan itu.
Sekira lima menit kemudian, seorang anggota polisi dari Samapta Polresta Maros, Inspektur Dua Polisi Asri, melintas dari arah Gowa dengan menggunakan sepeda motor dan melewati kerumunan mahasiswa. Sontak mahasiswa berteriak dan melakukan pemukulan. Dari pemukulan itu, Asri mengalami luka di bagian wajahnya serta kehilangan telepon seluler (ponsel). Dia langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Bhayangkara.
Melihat ada polisi dikeroyok mahasiswa, ratusan polisi yang diturunkan masing-masing dari Polresta Makassar Timur dan Polsekta Rappocini, langsung mengambil tindakan dengan menyerang mahasiswa hingga ke pintu gerbang kampus. Hingga berita ini dibuat, informasi di lokasi kejadian, belasan mahasiswa diamankan dan dua lainnya dilaporkan luka.
Sisno Adiwinoto yang ditemui di Clarion Hotel and Convention menegaskan, Basir terluka bukan karena peluru. Hasil visum di RS Polri Bhayangkara tidak ditemukan dua unsur yang mengarah ke peluru. "Tidak ditemukan juga bubuk musiu di luka korban," kata Sisno.
Menanggapi bentrokan mahasiswa dan polisi, Sisno mengatakan, kalau permasalahan tersebut sudah dikoordinasikan dengan Pembantu Rektor III Unismuh, Darwis Muhdin. (*)
Sabtu, 29 November 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar